Kamis, 23 November 2017

Materi Klasifikasi Makhluk hidup



Klasifikasi Makhluk Hidup


Dari sekian banyak makhluk hidup di Bumi ini, tidak ada satu pun yang benar-benar sama daiam segala hal. Hal inilah yang menyebabkan munculnya perbedaan-perbedaan dari setiap makhluk hidup. Oleh karena itu, keane.karagaman makhluk hidup menyatakan adanya berbagai perbedaan dari makhluk hidup. Untuk mepelajari makhluk hidup secara keseluruhan tidaklah mudah. Namun demikian, keanekatagaman makhluk hidup harus dipelajari. Untuk mempelajari keanekaragaman makhluk hidup, kamu perlu melakukan klasifikasi atau pengelompokan.
Sekarang, coba kamu bandingkan antara kucing dan harimau. Harimau memiliki banyak persamaan dengan kucing dibandingkan dengan kambing. Sehingga harimau dapat dikelompokkan dengan kucing dalam kelompok yang lebih kecil yaitu famili Felidae. Jadi semakin banyak persamaan sifat yang dimiliki kucing dan harimau menunjukkan semakin dekat pula kekerabatannya.
1.     Dasar Kiasifikasi
Tujuan dari klasifikasi adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan rnernpelajan makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persarnaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup. Makhluk hidup diklasifikasikan (dikelompokkan) berdasarkan persamaan dan perbedaan sifat atau ciri. Makhluk hidup yang mempunyai persamaan ciri atau dikelompokkan ke dalam suatu kelompok tertentu. Coniohnya sebagai berikut.

a.         Berdasarkan ukuran tubuhnya, tumbuhan dikelompokkan menjadi pohon, perdu, dan semak.
b.      Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya, tumbuhan dikelompokkan menjadi tum­buhan yang hidup di lingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup di lingkungan air (hidrofit), tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab (higrofit).
c.         Berdasarkan manfaatnya, tumbuhan dikdompokkan menjadi tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias, tanaman pangan dan sebagainya.
d.      Berdasarkan jenis makanannya, hewan dikelompokkan menjadi hewan pemakan daging (karnivora), hewan pemakan tumbuhan (herbivora) dan hewan pemakan tumbuhan serta hewan (omnivora).

2. Tata Nama limiah
Sistem tata nama ilmiah diusulkan pada tahun 1735 oleh seorang ahli botani asal Swedia bernama Carolus Linnaeus. Sistem tersebut dikenal dengan nama Binomial Nomenclature dan ber!aku universal di seluruh dunia. Aturan penamaan ilmiah makhluk hidup sebagai berikut.
a.      Nama ilmiah makhluk hidup terdiri atas dua kata dalam bahasa Latin.
b.      Kata pertama menunjukkan nama genus (marga) ditulis dengan huruf kecil, kecuali pada huruf pertama ditulis dengan huruf besar.
c.      Kata kedua menujukkan nama spesies (jenis) yang ditulis dengan huruf kecil.
d.      Nama ilmiah harus digarisbawahi apabila ditulis
tangan atau dicetak miring apabila diketik.
Contoh: nama ilmiah buah menkudu yaitu Morinda citrifolia. Morinda menunjukkan nama genus, sedangkan citrifolia rnenunjukkan nama spesies.

3.    Klasifikasi Lima Kingdom
Selain memperkenaan sistem penamaan ilmiah, Carolus Linnaeus juga memperke­nalkan sistem pengklasifikasian makhluk hidup, sehingga beliau dijuluki sebagai Bapak Taksonomi. Linnaeus menggolongkan makhluk hidup ke dalam beberapa tingkatan ber­dasarkan persamaan dan perbedaan ciri fisiknya. Tingkatan-tingkatan tersebut disebut dengan istilah "takson". Ada 7 tingkatan takson dalam sistem klasifikasi Linnaeus yang masih dipakai hingga sekarang, yaitu kingdom (kerajaan), filum (untuk hewan) atau di­visi (untuk tumbuhan), kelas, ordo (bangsa), familia (suku), genus (marga), dan spesies (jenis). Untuk lebih jelasnya, perhatikan bagan di bawah ini!



Klasifikasi Burung Merpati
Klasifikasi Buah Pir
Kingdom

: Animalia
Kingdom
_._
: Plantae
 Filum
: Chordata
Divisi
: Spermatophyta
 Kelas
: Aves
Kelas
: Magnoliopsida
 Ordo
: Columbiformes
Ordo
: Rosales
 Famiii
: Columbidae
Famift
: Rosaceae
Genus
: Columba
Genus
: Pyrus
Spesies
: Columba livia
Spesies
: Pyrus communis


Tingkatan takson tertinggi dan terlues adalah kingdom atau kerajaan. Pada mulanya, Linnaeus menggolongkan makhluk hidup ke dalam dua kingdom saja, yaitu Plantae (tumbuhan) dan Animalia (hewan). Namun seiring kemajuan teknologi, ternyata ditemukan banyak jenis makhluk hidup yang tidak dapat digolongkan ke dalam dua kingdom tersebut. Akhirnya pada tahun 1969, Whittaker mengusulkan sistem klasifikasi yang terdiri atas lima kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi (jamur), Plantae (tumbuhan), dan Animalia (hewan). Penggolongan tersebut berdasarkan empat karakteristik sebagai berikut.
a.     Ada tidaknya selaput inti.
b.     Tubuh tersusun atas satu sel atau banyak sel,
c.      Cara memperoleh makanan.
d.     Cara bergerak.

Berikut ini lima kingdom menurut Whittaker.


a. Kingdom Monera
Kingdom Monera terdiri atas maktiluk hidup bersel satu (uniseluler)yang belum memiliki membran inti sel (prokariotik). Cara perkembangbiakan dengan pembelahan dan ada juga yang melakukan konjugasi. Anggota Kingdom Monera meliputi bakteri dan ganggang, biru (Cyanobacteria). Contoh spesiesnya sebagai berikut.
1)     Escherichia coli, bakteri usus yang membantu pencernaan manusia.
2)     Lactobacillus bulgaris dan Streptococcus lactis, bermanfaat dalam pembuatan keju.
3)     Anabaena azolla, yaitu ganggang biru yang bersimbiosis mutualisme dengan paku air untuk mengikat nitrogen.
4)    Salmonella typhi, menyebabkan penyakit tifus

b. Kingdom Protista
Kingdom Protista terdiri atas makhluk hidup bersel satu (uniseluler) atau bersel banyak (multiseluler) yang memiliki membran inti sel (eukariotik). Protista dibagi menjadi Protista mirip hewan (Protozoa), Protista mirip tumbuhan (Alga), dan Protista mirip jamur.
Protista mirip hewan (Protozoa) dikelompokkan menjadi empat filum berdasarkan alat aeraknya, sebagai berikut.
1)      Rhizopoda, yaitu kelompok protozoa yang bergerak dengan kaki semu (pseu­dopodia). Contohnya Amoeba, Entamoeba histolityca penyebab disentri.
2)      Flagellata, yaitu kelompok protozoa yang bergerak dengan bulu cambuk (tIagel). Contohnya Trypanosoma gambiense, menyebabkan penyakit tidur pada manusia, ditularkan melalui gigitan lalat tse-tse.
3)      Ciliata, yaitu kelompok protozoa yang bergerak dengan bulu getar (ciliata). Contohnya Paramaecium caudatum.
  4) Sporozoa, yaitu kelompok protozoa yang tidak memiliki alat gerak.                                  Contohnya Plasmodium, menyebabkan penyakit malaria pada manusia.
c.     Kingdom Fungi
Kingdom Fungi mencakup sernua jenis jamur. Jamur memiliki ciri-ciri tidak mempunyai klorofil sehingga tidak dapat berfotosintesis. Sudah mempunyai selaput inti sel (eukariotik), sel terlindungi oleh kitin, ada yang bersifat saprofit dan ada yang parasit, dan berkembang biak dengan spora.
Fungi terdiri atas empat divisi berdasarkan ciri sporanya.
1)         Zygomycota, contoh Rhizhopus otyzae yang digunakan untuk pembuatan tempe.
2)         Ascomycota, contoh .Saccarornyces cer­reviceae yang digunakan dalam pembuatan tape dan Penicillium notatum yang meng­hasilkan zat antibiotik bernama penisilin.
3)         Basidiornycota, contoh Volvariella volvacea (jamur merang) dan Auricular.ia polytrica (jamur kuping) yang dapat dimakan.
4)         Deuteromycota, contohnya Monilia sitophyla yang dimanfaatkan untuk pembuatan oncom.
d. Kingdom Plantae

"Kingdom Plantae memi­liki ciri memiliki dinding sel, tidak dapat bergerak aktif, dan memiliki klorofil sehingga bersifat autotrof (dapat mem­buat makanannya sendiri).
Secara umum, tumbuhan      
dibedakan menjadi tumbuhan tidak berpembuluh dan tum­buhan berpembuluh. Untuk lebih jelasnya, perhatikan skema berikut!
Kingdom Plantae dibagi menjadi tiga divisi, yaitu tumbuhan lumut (Bryopnyta), tumbuhan paku (Pteridophyta), dan tumbuhan biji (Spermatophyta).
1) Tumbuhan lumut (Bryophyta)
Lumut memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a)    Belum mempunyai akar, batang dan daun sejati. Akar disebut rhizoid dan belum memiliki berkas pembuluh;
b)    Rhizoid ber-fungsi menernpelkan tubuh lumut dan hidup ditempat yang lembap.
c)    Berkembang biak dengan spora.
d)    Mengalami pergiliran keturunan atau metagenesis.

e. Kingdom Animalia (Hewan)
Kingdom Animalia rneliputi segala jenis hewan, yaitu rnakhluk hidup bersel banyak (multiseluier) yang tidak mampu berfotosintesis dan mampu bergerak bebas. Kingdom Animalia dapat dbagi menjadi dua kelompok besar- berdasarkan ada tidaknya tulang beiakang (vertebrae), yaitu Invertebrata dan Vertebrata.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar