Senin, 20 November 2017

Pengertian Lensa cembung dan cekung

Pengertian Lensa cembung dan cekung


Lensa Cembung (Lensa Konveks)


   Lensa adalah benda yang dibatasi oleh dua bidang lengkung atau satu bidang lengkung dan satu bidang datar. Lensa cembung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tebal dari pada bagian tepinya. Ada tiga jenis lensa cembung, sebagai berikut.
a.            Lensa. bikonveks (lensa cembung dua).
b.            Lensa plankonveks (lensa cembung datar).
c.            Lensa konkaf konveks (lensa ce.mbung cekung).



Lensa cembung atau lensa konveks bersifat mengumpulkan sinar-sinar yang datang menuju lensa atau bersifat konvergen. Fokus dari lensa cembung adalah sejati dan menjadi titik terkumpulnya sinar-sinar bias.

Jika jarak fokus lensa adalah .f, jarak benda adalah S0, dan jarak bayangan adalah S1,



a.           Jika f positif berarti lensa cembung.
b.           Jika So positif, berarti benda nyata.
c.           Jika Si positif, berarti bayangan nyata.
d.           Jika Si negatif, berarti bayangan maya.

Perbesaran bayangan dapat dihitung dengan rumus berikut,
Keterangan:



               P = kekuatan lensa (dioptri)
                  F =  jarak fokus lensa (meter)







     Beberapa pemanfaatan lensa cembung sebagai berikut.
     a.      Kacamata untuk penderita rabLin dekat.-
     b.      Lensa pada kamera.
     c.      Lensa pada mikroskop.
     d.      Lup.
     e.      Teleskop.

    Lense Cekung (Lensa konkaf).
Lensa cekung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tipis daripada bagian tepinya.
    Lensa cekung atau lensa negatif ada tiga macam sebagai berikut.
   a.      Lensa bikonkaf (lensa cekung)
   b.      Lensa plankonkaf (lensa cekung datar).
   c.      Lensa konveks konkaf (lensa cekung cembung).


       Lensa cekung atau konkaf bersifat menguraikan sinar-sinar yang datang menuju           lensa. Oleh karena itu, lensa cekung bersifat divergen. Fokus lensa cekung adalah maya   dan merupakan titik terkumpulnya perpanjangan sinar-sinar bias. Kegunaan lensa cekung adalah untuk kacamata dan teropong.
 Rumus pada lensa cembung juga berlaku pada lensa cekung dengan catatan sebagai  berikut.         
a.        Jarak fokus lensa cekung bemilai negatif..
b.        Jari-jari lensa cekung.bemilai negatif.
c.        Jika Si negatif (-) berarti bayangan maya.
d.        Jika Si positif (+) berarti bayangan nyata.

Pembentukan Bayangan pada Lensa
1. Lensa Cembung (Konveks)

Beberapa hal yang perlu diketahui tentang lensa cembung sebagai berikut.
a. Selain gambar lensa pada umumnya, lensa cembung juga, dapat disimbolkan seperti gambar disamping   

b. jalannya sinar istimewa pad lensa cembung sebagai berikut

1)    Sinar yang datang sejajar sumbu utama dibiaskan
          Melalui fokus.

2)  Sinar yang melalui fokus dibiaskan.sejajar sumbu.utama

3)  Sinar yang melalui titik pusat optik lensa tidak dibiaskan, melainkan diteruskan.

Berdasarkan jalannya sinar istimewa, dapat dilukiskan pembentukan bayangan pada lensa cembung. Perhatikan cohtoh cara Melukis bayangan benda di depan lensa cembung berikut :
             1) Benda berada di ruang I (antara O dan F)
                  Sifat bayangan benda di ruang I:



2)    Benda berada di ruang II (F-2F)          
 Sifat bayangan benda di ruang II:

-      nyata,
-      terbalik,
-      diperbesar





2. Lensa Cekung (Konkaf) ,
Beberapa hal yand perlu diketahui tentang lensa cekung sebagai berikrit:
a.      Lensa cekung dapat disimbolkan seperti gambar di samping.
b.     Jalannya sinar istimewa pada lensa cekung sebagai berikut.                           
1)       Sinar datang sajajar sumbu utama dibiaskan  
        seakan-akan berasal dari fokus.
2)        Sinar-datang menuju fokus dibiaskan sejajar sumbu utama.
3)  Sinar datang melalui titik pusat optik lensa tidak dibiaskan tetapi diteruskan


Dengan manggunakan sedikitnya dua sinar istimewa, maka bayangan dari sebuah benda di depan, lensa cekung dapat dilukiskan.
Contoh :
Benda berada di ruan I (O-F)
Sifat Bayangan:
- Maya
- Tegak
- Diperkecil








G. Dispersi Cahaya
Dispersi cahaya adalah penguraian wama cahaya polikromatik. Cahaya matahari yang berwama putih apabila diuraikan akan menjadi warna-wama pembentuknya cahaya tunggal (monokromatik), yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu (wama-wama pelang1). Beberapa hal penting yang berkaitan dengan dispersi sebagai berikut.
1.            Dispersi cahaya terjadi karena besamya indeks bias dan panjang gelombang tiap-tiap wama cahaya berbeda-beda. .
2.            Cahaya merah mempunyai indeks bias dan deviasi terkecil,
serta panjang gelombang terbesar.
3.            Cahaya pun mempunyai indeks bias dan deviasi terbesar, serta panjang gelombang terkecil.
4.            Spektrum wama adalah deretan warna yang terjadi akibat pembiasan cahaya melalui prisma.
5.       Alat untuk atau mengamati spektrum seberkas cahaya tertentu dengan teliti disebut spektroskop.
6.       Wama komplementer (Warna penggenap) adalah dua wama cahaya yang bila disatukan akan menghasilkan warna cahaya  putih. Contoh warna kuning dengan ungu dan warna jingga dengan biru.
7.       Warna substraksi adalah warna yang dihasilkan oleh dua atau lebih zat berwama yang dicampur.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar